Jumat, 21 Maret 2014

Iko Uwais


Iko Uwais

Uwais Qorny (atau yang dikenali sebagai Iko Uwais lahir di Jakarta12 Februari 1983; umur 31 tahun) adalah aktorkoreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film Merantau tahun 2009.

Pemeran


Joe Taslim

Johannes Taslim (lahir di Palembang23 Juni 1981; umur 32 tahun), atau Joe Taslim adalah atlet dan aktor Indonesia. Atlet Judo peraih medaliperak di SEA Games 2007 ini ikut berperan dalam film The Raid: Redemption (2012) dan Fast and Furious 6 (2013).

Karier

Bela diri dan olahraga

Taslim sudah mempelajari bela diri sejak usia dini. Ia menguasai wushujudotaekwondo, dan pencak silat. Akan tetapi, ia lebih menyukai Judo dan keputusan ini menjadikannya atlet judo profesional. Ia memenangkan beberapa medali emas di kejuaraan nasional, satu medali emas di kejuaraan judo Asia Tenggara 1999, dan satu medali perak di SEA Games 2007. Taslim adalah anggota tim nasional judo Indonesia sejak 1997 sampai 2009. Setelah sempat mengalami cedera, ia memutuskan pensiun.

Perfilman

aslim aktif sebagai model dan aktor. Ia tampil di berbagai majalah, iklan televisi, dan sejumlah film Indonesia. Pada tahun 2008-2009 , Joe Taslim mengikuti beberapa casting untuk menjadi aktor di dunia perfilman, hingga Pada tahun 2010, Taslim mendapatkan peran sebagai Jaka, sersan pasukan khusus di film The Raid: Redemption, setelah mengikuti serangkaian audisi baku hantam. Setelah The Raid, Taslim terlibat dalam film laga horor pertama buatan HBO AsiaDead Mine, yang dirilis di sejumlah negara Asia pada September 2012 dan ditayangkan perdana di semua saluran televisi HBO Asia.
Pada Juli 2012, Variety melaporkan bahwa Taslim terlibat dalam film Fast and Furious 6 (2013). Taslim memerankan tokoh antagonis Jah, seorang pembunuh berdarah dingin yang memakai kemampuan bela diri dan parkournya untuk melawan para protagonisnya, Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Brian O'Conner (Paul Walker). dan akan kembali bergabung di Fast and Furious 7
Joe Taslim akan bergabung di film tersebut apabila mendapatkan bayaran 10 milliyar rupiah

Prestasi

Oscar Lawalata


Oscar Lawalata

Oscar Lawalata, atau nama lengkapnya Oscar Septianus Lawalata (lahir di PekanbaruRiau1 September 1977; umur 36 tahun) adalah seorangperancang busana Indonesia. Ia lahir dari pasangan campuran Maluku dari pihak ibunya yakni Ragnild Antoinette Lawalata(lebih dikenal sebagai Reggy Lawalata) yang merupakan seorang artis dan Manado Alexander Polii (sekarang sudah cerai). Adiknya, Mario Lawalata, adalah pemain sinetron Indonesia.
Oscar pernah belajar mode di sekolah mode di JakartaEsmod. Program yang seharusnya tiga tahun, hanya dijalani separuhnya. Oscar berhenti sekolah saat terjadi krisis moneter tahun 1998. Uang yang sedianya untuk sekolah, digunakannya untuk membuka usaha.

Iwan Tirta


Iwan Tirta

Iwan Tirta (lahir di BloraJawa Tengah18 April 1935 – meninggal di Jakarta31 Juli 2010 pada umur 75 tahun) adalah seorang perancang busanaasal Indonesia yang sangat dikenal melalui rancangan-rancangan busanannya yang menggunakan unsur-unsur batik. Batik rancangannya digunakan sebagai pakaian tradisional yang dikenakan para kepala negara pada pertemuan APEC tahun 1994.

Kehidupan

Iwan yang memiliki nama lengkap Nusjirwan Tirtaamidjaja lahir dari pasangan Sunda dan Minangkabau. Ayahnya, Mohamad Husein Tirtaamidjaja, adalah mantan anggota mahkamah agung. Setamat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Iwan mengambil gelar master hukum di Yale University, Amerika Serikat, dan kemudian di London School of Economics.
Ketertarikannya kepada batik muncul disaat Iwan menerima dana hibah dari John D. Rockefeller the Third untuk mempelajari tarian keratonKasunanan Surakarta. Sejak itu hingga akhir hayatnya, Iwan mengembangkan batik khas Indonesia, mulai dari pendidikan batik, penelitian hingga promosi ke mancanegara. Iwan juga mengembangkan filsafat batik Indonesia.
Iwan meninggal pada hari Sabtu pukul 8.30 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, dalam usia 75 tahun. Sebelum meninggal, dia sempat dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo selama sekitar 10 hari. Iwan terkena stroke setelah mengalami komplikasi penyakit jantung, ginjal, dan sesak napas.

Itang Yunasz


Itang Yunasz

Itang Yunasz atau bernama lengkap Yusjirwan Yunasz (lahir di Jakarta31 Desember 1958; umur 55 tahun) adalah perancang busana asal Indonesia. Selain sebagai desainer terkenal, Itang juga merupakan seorang penyanyi dan pemain film. Itang lahir dari pasangan Yunas Sutan Pengeran dan Yuliana asal Minangkabau.

Karier

Memulai karier pada tahun 1981, setelah meraih juara kedua dalam Lomba Perancang Mode Femina. Pada tahun 1986, dia mendirikan PT Yunasz Astabrata yang memproduksi busana dengan merek Itang Yunasz atau berlogo SZ. Itang pernah mendapat penghargaan dari Presiden Fidel Ramosbertajuk Asian Women Foundation. Akhir-akhir ini Itang juga banyak menggarap busana muslim dan muslimah. Preview menjadi merek baju koko rancangan Itang, yang menggarap segmen menengah ke bawah.

Perancang Busana


Anne Avantie

Anne Avantie (lahir di SemarangIndonesia20 Mei 1964; umur 49 tahun) adalah perancang busana Indonesia yang terkenal melalui berbagai koleksi kebaya hasil karyanya. Kebaya hasil karyanya telah dikenal di skala internasional dan sering dipakai oleh para selebriti Indonesia hingga sejumlah ratu sejagat (Miss Universe) yang pernah datang ke Indonesia.

Kehidupan pribadi

Anne Avantie dilahirkan di RS Bunda, Semarang pada tanggal 20 Mei 1964 dengan nama asli Sianne Avantie.Bersama kedua orang tuanya yang merupakan warna keturunan Tionghoa, Anne menghabiskan masa kecilnya di kota Solo. Ayahnya, Hari Alexander memiliki usaha variasi mobil, sedangkan ibunya, Amie Indriati memiliki usaha salon. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Anne telah menunjukkan kreatifitasnya dalam dunia mode, di antaranya adalah kemampuannya membuat berbagai pita/hiasan rambut untuk dijual ke teman-temannya. Avantie menikah dengan Yoseph Henry memiliki 3 orang anak, yaitu Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo dan Ian Tadio Christoga Susilo.

Karier

Sejak kecil, Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikan dalam dunia mode.Dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan remaja lainnya di Solo Pada tahun 1989, Anne memulai kariernys sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit. Tempat usaha pertamanya itu diberi nama "Griya Busana Permatasari". Pada mulanya, dia banyak membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik. Hingga tahun 2010, Anne memiliki dua butik diMall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén, Grand Indonesia. Selain itu, Anne juga memiliki toko bernama "PENDOPO" yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM).

Kegiatan sosial dan rohani

Anne Avantie tidak hanya dikenal sebagai perancang busana handal, tetapi juga merupakan penulis buku rohani Katolik dan aktivis sosial. Aksi sosialnya yang nyata ditunjukkan dengan pembangunan rumah singgah bernama Wisma Kasih Bunda pada tahun 2002 yang merupakan kolaborasi dengan Rumah Sakit St. Elizabeth, Semarang. Mula-mula rumah singgah ini hanya diperuntukkan untuk penderita hydrocephalus, namun mulai tahun 2005 banyak penderita astreni anitumorlabiopalataschisisbibir sumbing, dan penderita cacat lainnya yang datang untuk mendapatkan pertolongan. Anne Avantie juga banyak mengadakan pelatihan dan workshop ketrampilan dan kewirausahaan untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, penjahit, hingga ibu rumah tangga. Selain aktif mengadakan program subsidi silang dan pelatihan gratis, Anne juga sering diminta untuk menjadi narasumber di berbagai acara. Pada tahun 2004, 2005, dan 2008, Ibu Negara, Ny. Ani Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan "Kartini Award" kepada Anne Avantie atas kontribusinya dalam mengembangkan industri kecil. Pada tahun 2008, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik IndonesiaMeutia Hatta memberikan penghargaan kepada Anne sebagai "Wanita Indonesia Bisa" atau "Indonesian Woman Able".


I Nyoman Nuarta


I Nyoman Nuarta

I Nyoman Nuarta (lahir di TabananBali14 November 1951)adalah pematung Indonesia dan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru (1976). Dia paling dikenal lewat mahakaryanya seperti Patung Garuda Wisnu Kencana (BadungBali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), sertaMonumen Proklamasi Indonesia (Jakarta). Nyoman Nuarta mendapatkan gelar sarjana seni rupa-nya dari Institut Teknologi Bandung dan hingga kini menetap di Bandung.
I Nyoman Nuarta adalah putra keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra. I Nyoman Nuarta tumbuh dalam didikan pamannya, Ketut Dharma Susila, seorang guru seni rupa.

Pendidikan

Setelah lulus SMA, Nuarta masuk di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1972. Awalnya Nuarta memilih jurusan seni lukis, namun setelah menempuh dua tahun dia berpindah ke jurusan seni patung. Saat masih menjadi mahasiswa pada tahun 1979, I Nyoman Nuarta memenangkanLomba Patung Proklamator Republik Indonesia, lomba ini adalah awal dari ketenaran I Nyoman Nuarta. Bersama rekan-rekan senimannya, seperti pelukis HardiDede Eri SupriaHarsono, dan kritikus seni Jim Supangkat, Nyoman Nuarta tergabung dalam Gerakan Seni Rupa Baru di Indonesia sejak tahun 1977.

Karier

Sejak tenar, I Nyoman Nuarta yang merupakan alumni ITB tahun 1979 telah menghasilkan lebih dari seratus karya seni patung. Semua karyanya menggambarkan seni patung modern sampai gaya naturalistik, dan material yang digunakan dalam padatan patungnya adalah dari tembaga dankuningan.
Bakat I Nyoman Nuarta di bidang seni diturunkan pada putrinya. Putri sulungnya, Tania belajar di jurusan seni rupa di salah satu Perguruan Tinggi diMelbourneAustralia, sedangkan adiknya, Tasya membantu Nuarta di studionya.
Sebagai seorang pematung, Nuarta telah membangun sebuah Taman Patung yang diberi nama NuArt Sculpture Park. Nuarta membangun taman ini di kelurahan SarijadiBandung. Puluhan beraneka bentuk patung dalam beraneka ukuran tersebar di areal seluas tiga hektar tersebut. Di taman tersebut dibangun gedung 4 lantai yang digunakan untuk pameran dan ruang pertemuan dengan gaya yang artistik.
Saat ini, Nyoman Nuarta merupakan pemilik dari Studio Nyoman Nuarta, Pendiri Yayasan Mandala Garuda Wisnu Kencana, Komisioner PT Garuda Adhimatra, Pengembang Proyek MandalaGaruda Wisnu Kencana di Bali, Komisioner PT Nyoman Nuarta Enterprise, serta pemilik NuArt Sculpture Park di Bandung. Nyoman Nuarta juga tergabung dalam organisasi seni patung internasional, seperti International Sculpture Center Washington (WashingtonAmerika Serikat), Royal British Sculpture Society (LondonInggris), dan Steering Committee for Bali Recovery Program.

Mahakarya

Di tahun 1993, Nuarta membuat sebuah monumen raksasa "Jalesveva Jayamahe" yang sampai sekarang masih berdiri di Dermaga Ujung Madura,Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim) Kota Surabaya. Monumen tersebut menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menerawang ke arah laut. Patung tersebut berdiri di atas bangunan dan tingginya mencapai 60,6 meter. Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.
Karya Nuarta yang paling besar dan paling ambisius adalah Monumen Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang dimulai sejak 8 Juni 1997 namun terhenti beberapa tahun akibat berbagai hambatan. Rencana patung GWK sendiri akan memiliki tinggi 75 meter dengan rentang sayap garuda sepanjang 64 meter, sedangkan tinggi pedestal 60 meter. Oleh karena itu, tinggi patung dan pedestal secara keseluruhan akan menjulang setinggi 126 meter.

Daftar karya I Nyoman Nuarta